Fakta Pleci Auriventer di Indonesia
Pleci Auriventer, Foto Choirul Umam
Pleci auriventer, namanya baru mulai terdengar ramai sejak awal tahun 2014, dan mulai pertengahan tahun 2014 ini disebut juga burung mataputeh di negara tetangga Singapore mulai melejit harganya, dulunya hanya dirawat oleh minoritas dan hanya sebagian orang yang fanatik aja. di karenakan ada beberapa yang menilai alunan lagunya monoton dan dipandang sebelah mata sekarang justru banyak peminatnya.
Pleci dengan jenis dada abu-abu, dengan nada call yang khas ngebas tegas serta alunan ngalasnya yang merdu enak bila dilaras. Pleci auriventer tersebar di kepulauan Sumatra, Kep. Riau, dan kepulauan Kalimantan perbatasan dengan Malaysia (Serawak). Selain mempunyai ciri eksklusif seperti suara yang sangat khas, pleci ini juga mempunyai ciri yang mencolok di bagian cincin matanya yang lebih tebal dibanding jenis pleci-pleci lainya.
Harga untuk pleci auriventer sendiri untuk ombyokan di jawa per ekor berkisar 150.000 untuk ombyokan, sedangkan auriventer yang sudah Agunan jantan bahan mulai dari harga 200.000-250.000/ ekornya. Cukup fantastis untuk harga seekor pleci bila melihat harga bahan dari pleci jenis tersebut. bila dibandingkan harga bahan pleci dakun tentu sudah selisih banyak harganya. akan tetapi untuk suatu nilai kepuasan tentu pecinta burung khususnya jenis auriventer tak lagi ragu, jadi tergantung kepuasan dan kebanggaan tersendiri untuk yang memilikinya. Selain harga bahan auriventer yang lumayan tinggi, dari segi sangkar dan accesoriesnya pun juga mahal-mahal. Sangkar untuk pleci auriventer rata-rata kecil model cungkok china dengan wadah pakan cepuk yang kecil terbuat dari bahan keramik.
Cungkok buatan China tahun 1992, milik salah satu Pleman Pekanbaru.
Om Bramantio Mandalawangsa
Om Bramantio Mandalawangsa
Kenapa auriventer mempunyai banyak peminatnya sekarang? Selain nada alunan ngalasnya yang merdu, pleci jenis auri di pakaikan dengan sangkar mini kecil lebih terlihat imut dengan kesan terlihat menarik, meskipun harga mahal, inilah yang membuat pecinta auriventer menyebut bahwa komunitas pleci auriventer disebut minoritas elit. Selain itu barang yang langka di pulau jawa menambah rasa kepuasan tersendiri untuk memilikinya. Untuk kelas lomba auriventer masuk kelas dakun maput, seperti montanus, buxtomi, enggano, black caped, dan everity.
Nah, sekarang ini baru ramai-ramainya pecinta auriventer fokus merawat momonganya supaya lekas gacor dan bisa tampil saat digantangkan. Jadi untuk perawatan harian seperti apa, mungkin lain kesempatan saya akan posting lebih lanjut untuk seperti apa baiknya perawatanya, setelah mendapat disorientasi satu auriventer mania yang mau diwawancarai.
Semoga bermanfaat.
Dikutip dari catatan Om Choirul Umam


0 Response to "Fakta Pleci Auriventer di Indonesia"
Post a Comment