Pakem Penjurian LKMI (Ringkasan)
Pakem Penjurian LKMI (Ringkasan)
Pada dasarnya penilaian dalam penjurian Burung Berkicau dibagi atas 3 (tiga) bagian
- Lagu / Irama
- Durasi Kerja
- Penampilan
Kriteria burung yang mendapatkan nilai maksimal, adalah :
- Burung - burung yang membawakan lagu dalam satu alunan lagu yang menarik, variatif dan penuh harmoni (ngerol) akan lebih baik lagi apabila disisipi senjata / isian / variasi yang menonjol (tembakan). Dibagian ini juri akan memperhatikan segala hal yang menyangkut keindahan lagu, baik dari kualitas vokal, speed lagu, naik turun oktaf suara dan tekanan artikulasi pada lagu.
- Burung-burung yang mempunyai durasi kerja yang rapat baik pada durasi awal (pantauan I), tengah (pantauan II), dan akhir (pantauan bebas).
- Burung yang dapat perpenampilan menarik, berkicau ditenggeran / tangkringan, bergaya nenawan, sopan / rapi dan tidak liar dalam sangkar
Hal-hal yang dapat memberikan nilai minus pada burung :
- Juri akan memberikan nilai minus pada burung apabila :
- Terlau sering membawakan lagu mati / pendek datar (kurang enak didengar) dan monoton (penggulungan lagu yang berlebihan).
- Durasi kerja burung kurang, sering ngetem (tidak berbunyi dalam rentang waktu yang lama) atau hanya rapat diawal ataupun hanya rapat diakhir.
- Berpenampilan kurang menarik, ngembang (batman) terlalu sering turun kelantai, terlalu sering ngeruji ataupun terlalu liar disangkar.
Catatan Penting
- Lagu isian (suara cililin, kenari, lovebird dll) pada murai batu atau kacer bukanlah sesuatu yang sangat mutlak pada penilaian, isian merupakan variasi tambahan pada suatu kesatuan lagu. Jadi walaupun burung mengelurkan lagu isian tetapi tidak didukung oleh putaran / alunan lagu pendukung yang menarik lainnya bisa saja juri tidak akan memberikan nilai maksimal pada burung tersebut.
- Durasi kerja diperkirakan 75% keatas dari lamanya durasi penilaian dengan grafik menarik, yang artinya akan lebih baik burung yang semakin rapat diakhir dibanding burung yang hanya rapat di awal.
- Pada bagian penampilan pengaruh penampilan pada tiap-tiap burung tidaklah sama antara lain :
- Pada kelas Murai Batu / Ekor Hitam Penampilan terbaik burung adalah burung yang berkicau pada tenggeran / tangkringan dengan gaya menarik / atraktif (ngplay), tidak ngeruji dan tidak turun kelantai. Burung yang sesekali ngeruji ataupun sesekali kelantai tidak serta-merta langsung terlempar dari urutan juara, bisa saja diunggulkan juri apabila burung tersebut mempunyai lagu / irama yang menonjol dan mempunyai durasi kerja yang rapat, hal tersebut sangat tergantung pada kerja burung pembandingnya
- Pada kelas Kacer / Kapas Tembak penampilan terbaik adalah burung yang membawakan ciri khas keindahan penampilannya yaitu : Buka ekor, berkicau pada tenggeran, tidak terlalu sering ngeruji ataupun kelantai. Pada kelas kacer keindahan dari penampilan sangatlah variatif. Untuk Kacer / Kapas Tembak yang buka tutup ekor tetap saja masih bisa diunggulkan juri apabila didukung oleh durasi kerja yang maksimal dan lagu / irama yang menonjol terhantung juga dari kerja burung pembandingnya.
- Tidak buka ekor pada Kacer / Kapas Tembak sangatlah berpengaruh pada penilaian penampilan.
Penilaian burung berkicau adalah sesuatu yang semi abstrak, bisa dinilai tapi sulit dituangkan dalam suatu aturan buku. Penilaian burung berkicau lebih mengarah pada Pengamatan dan Perbandingan
- Penampilan pada Cucak Hijau / K. Kuning pengaruhnya tidaklah sebesar pada jenis burung lainnya, dengan demikian faktor lagu / irama serta kerapatan durasi kerja lebih banyak menjadi faktor penentu. Tetapi tetap saja juri akan memperhatikan serta mempertimbangkan hal-hal plus seperti : ngejambul, ngentrok ataupun hal-hal minus seperti nyisir nggaruk dan lain sebagainya.
- Pada kelas Love Bird / Serindit, karena burung ini adalah jenis paruh bengkok yang karakternya ialah suka memanjat suka memanjat dari pada melompat ataupun terbang maka Love Bird / Serindit yang berbunyi dijeruji dijeruji sangkar tetap saja akan mendapatkan nilai dari juri tetapi nilainya tidaklah sebaik nilai burung yang berbunyi ditenggeran.
Disebabkan kurangnya kemampuan Love Bird dalam memproduksi lagu / irama maka panjang atau pendeknya lagu serta berirama atau datarnya lagu akan menjadi dasar utama juri pada lagu / irama. Karena kurangnya kemampuan Love Bird dalam memproduksi lagu maka durasi kerja jadi lebih besar pengaruhnya pada penilaian juri. - Pada kelas Kenari faktor penampilan lebih besar pengaruhnya dibanding jenis burung lain. Ini disebabkan oleh selisih lagu / irama kenari tidak signifikan.
Isian pada Kenari hanya merupakan sisipan / variasi yang memberi nilai tambah pada lagu, jadi walaupun kenari isian tapi lagu terputus-putus (ngetem) atau dan menarik, tetap saja sulit untuk mendapat nilai maksimal. Terlalu sering ngeruji atau kelantai sangat berpengaruh pada penilian dikelas kenari
Mari berlomba dengan Santun, Mohon dipahami : setiap perlombaan (jenis apapun) yang memakai Sistem Penjurian, maka Keputusan Juri adalah "Mutlak dan tidak dapat digangu gugat".
0 Response to "Pakem Penjurian LKMI (Ringkasan)"
Post a Comment